Penuntun Amal Bhakti

Majalah Bulanan Keluarga Besar Depag Sumatera Barat

KITA HARUS PUNYA MIMPI!(Dari Resensi Buku Tetralogi Laskar Pelangi)Oleh : Metra Suryati, S.Ag

Pernahkah kita bermimpi? ingin pergi kenegeri impian yang sangat indah bak syurga!? Negeri yang sangat jauh dari benua yang kita diami dan dari kondisi sekarang tak mungkin kita bisa mewujudkan mimpi itu untuk melangkahkan kaki ke sana. Dimana negeri impian itu sering dibaca dalam buku yang sangat menginspirasi kita untuk lebih memaknai hidup! Keindahan negeri impian dalam buku tersebut tak lebih dari bacaan pelipur lara dikala hati sedang gundah. Ternyata setelah sekian tahun, Tuhan ”menggiring kaki kita ” ke negeri impian yang sering kita baca dalam buku tersebut.

Andrea Hirata sang penulis buku Laskar pelangi, benar-benar mampu menyampaikan pesannya secara apik sekaligus menginspirasi banyak orang. Membaca buku ini membuat kita lebih mensyukuri kehidupan, membangkitkan semangat, memperkuat akar mimpi yang pernah kita tanam, membakar semangat nasionalisme, dan keinginan untuk menjadi bagian dari komponen bangsa ini untuk ikut membangunnya.

Kisah ini terjadi di Pedalaman Pulau Belitong. Dimulai ketika sekolah miskin SD Muhammadiyah yang tak layak pakai karna malamnya untuk kandang ternak terancam dibubarkan oleh Depdiknas Sumsel kalau siswa baru tidak mencapai 10 orang anak. Ketika itu baru 9 orang anak yang mendaftar dan menghadiri upacara pembukaan. Waktu sudah menunjukkan pukul 11 siang, belum juga ada tambahan dari siswa baru yang akan mendaftar, Pak Harfan dan ibu Muslimah sudah gelisah begitu juga dengan siswa baru yang 9 orang tersebut. Harapan mereka untuk bisa sekolah sepertinya hanya mimpi belaka, karena dengan kondisi perekonomian anak-anak tersebut tidak memungkinkan untuk sekolah di tempat lain seperti sekolah PN Timah, yang membutuhkan biaya sangat mahal. Ketika Pak Harfan sang Kepala Sekolah hendak berpidato menutup sekolah, Harun dan ibunya datang untuk mendaftarkan diri disekolah kecil itu.

Cerita dimulai dari sini, mulai dari penempatan tempat duduk, perkenalan mereka dengan Ibu Muslimah, perkenalan dengan teman-teman sekelas mereka di mana A Kiong yang malah cengar cengir ketika ditanyakan namanya oleh guru mereka, Bu Mus. Kejadian bodoh yang dilakukan oleh Borek, pemilihan ketua kelas yang diprotes oleh kucai, kejadian cinta pertama Ikal, kejadian ditemukannya bakat luar biasa Mahar, sampai pertaruhan nyawa Lintang yang mengayuh sepeda buntut 80 Km pulang pergi dari rumahnya ke sekolah! yang bahkan sampai disekolah hanya untuk menyanyikan lagu Padamu Negeri saja.

Nama Laskar Pelangi diberikan Bu Muslimah karna kesenangan mereka terhadap pelangi. Mereka pun sempat mengharumkan nama sekolah dengan berbagai cara, misalnya pembalasan dendam Mahar dan kawan-kawannya yang selalu dipojokkan oleh siswa sekolah lain, mereka membuat atraksi seni dari Afrika berbuah manis pada karnaval 17 Agustus, kejeniusan alami Lintang yang menantang dan mengalahkan Drs. Zulfikar guru fisika sekolah kaya PN Timah yang berijazah dan terkenal, dan memenangkan lomba cerdas-cermat tingkat kabupaten. Kisah sepuluh kawanan ini berakhir dengan kematian ayah Lintang yang memaksa jenius cilik itu putus sekolah dengan sangat mengharukan, dilanjutkan dengan kejadian 12 tahun kemudian dimana Ikal berjuang melanjutkan pendidikannya di luar pulau Belitong. Kemiskinan dan keterbatasan tidak menyurutkan semangat Ikal untuk melanjutkan pendidikan ketingkat yang lebih tinggi. Ikal kuliah di UI hingga mendapat beasiswa Uni Eropa ke Sorbonne Prancis dan meneruskan kuliahnya ke Shiffeld University di United Kingdom bahkan Ikal sampai ke Edensor – Desa indah di pelosok Inggeris sana yang selama ini hanya ada dalam mimpi-mimpi dan khayalan Ikal dimasa kecil.

Buku ini sangat baik di baca anak-anak yang mimpinya hampir musnah karena alasan klasik seperti kemiskinan. Juga bagi mereka yang beruntung mengenyam pendidikan dan penghidupan yang layak namun sering menyia-nyiakannya.

Buku ini wajib di baca pejabat-pejabat dan pemimpin-pemimpin bangsa ini, yang sudah mengeksplorasi kekayaan alam Indonesia seperti yang dilakukan PT Timah di Pulau Belitong, tapi tidak mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitarnya yang senantiasa hidup dalam kemiskinan.

Buku ini juga bagus di baca oleh mereka yang putus asa dalam meraih mimpi dan cita-cita. Bahwa mimpi-mimpi itu harus ada, karena mimpi itu ibarat bensin bagi kendaraan, mimpi dapat menjadikan motivasi untuk meraih kenyataan, lebih baik mencoba karena belum tentu mimpi itu mustahil di wujudkan. Dan Tuhan akan memberikan hidayah dan keajaiban dalam mewujudkan mimpi-mimpi tersebut.

Buku ini juga sangat bermanfaat bagi para guru, khususnya guru SD. Karna di SD lah mereka pertama sekali bersentuhan dengan pendidikan, guru SD lah pihak yang dapat memberikan sentuhan psikologis terhadap bakat dan minat siswa sekaligus mampu mengarahkan dan membantu mewujudkan mimpi sang murid untuk menjadi kenyataan.

Untuk Ibu Muslimah Hafsari dan Bapak Harfan Efendi Noor, yang memiliki keteguhan, ketulusan, dan kesederhanaan serta kemuliaan yang berbagi ilmu tanpa pamrih demi kecerdasan murid-muridnya, bahkan hanya dapat 15 kilo beras setiap bulan, pemerintah semestinya memberikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya pada pahlawan tanpa jasa seperti mereka.

24 Juni 2008 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar

KAFILAH MTQ SUMBAR SIAP DAN BERTEKAD PERBAIKI PRESTASI

Tiga puluh delapan peserta yang tergabung dalam kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Propinsi Sumatera Barat diharapkan siap dan bertekad untuk memperbaiki dan mengukir prestasi emas di ajang MTQ Nasional Ke-22 di Serang Propinsi Banten pada 17 hingga 24 Juni 2008 mendatang, demikian disampaikan Kakanwil Dep. Agama Provinsi Sumatera Barat Drs. H. Darwas ketika acara melepas secara resmi keberangkatan Kafilah Sumbar ke Banten di aula Kantor Gubernur Sumbar tanggal 08/06. Kakanwil Darwas juga berharap agar kiranya kafilah senantiasa menjaga kesehatan dengan istirahat yang teratur dan senantiasa berlatih, agar mampu mempertahankan dan meningkatkan prestasi pada ivent MTQ Nasional ke- 21 yang lalu, “ Pada MTQ yang lalu Sumbar menoreh prestasi menjadi 10 besar, jadi saya harapkan pada MTQ ke 22 ini kafilah Sumbar mampu mempertahankan prestasi tersebut bahkan kalau perlu lebih ditingkatkan lagi”. ujarnya.

Dari 6 cabang dan 19 golongan serta 2 group yang diperlombakan pada even yang dilaksanakan sekali 2 tahun tersebut, hanya golongan Tilawah Netra yang tidak dikuti oleh kafilah Sumbar, baik untuk tingkat putra maupun putri. Hal ini disebabkan karena berdasarkan hasil seleksi yang telah dilakukan, kemampuan para Qari dan Qari’ah Tuna Netra dari Sumbar masih berada di bawah standar nasional, sehingga belum bisa diikutkan.

Para peserta yang terpilih sebagai kafilah Sumatera Barat ini adalah mereka yang memperoleh juara terbaik pada MTQ Propinsi Ke-32 di Kota Payakumbuh pada Desember 2007 lalu. Mereka terpilih mewakili Sumbar setelah melalui seleksi yang diikuti oleh 120 orang di Pangeran City Padang.

Sejauh ini persiapan kafilah Sumbar untuk tampil pada MTQ Nasional tersebut telah diupayakan semaksimal mungkin. Pelaksanaan Training Centre (TC) atau pemusatan latihan telah beberapa kali dilaksanakan. TC dilaksanakan sebanyak empat tahap dengan jadwal Tahap Pertama tanggal 31 Maret s/d 6 April diikuti 60 orang peserta, Tahap Kedua pada 7 hingga 11 Mei yang juga diikuti 60 orang peserta. TC ini dilaksanakan di Royal Denai Hotel Bukittingg bersama pelatih yang didatangkan dari Pusat.

Pada Tahap Ketiga, TC dikuti oleh 45 orang peserta yang dilaksanakan tanggal 28 Mei Hingga 1 Juni yang bertempat di Pangeran City Padang. Untuk beberapa cabang dengan peserta sebanyak 10 orang dikirim terlebih dahulu ke Jakarta untuk mengikuti TC dengan Pelatih Nasional. Dalam pelaksanaan Pemusatan Latihan, disamping dilatih oleh Pelatih nasional juga dengan menggunakan metode latihan yang baku dan terbaru, sehingga para kafilah benar-benar siap untuk tampil.

Sementara itu, Ketua LPTQ Propinsi Sumatera Barat, Marlis Rahman pada kesempatan yang sama mengatakan bahwa MTQ adalah ajang untuk melahirkan generasi muda yang islami dan berakhlak mulia. Oleh karena itu ia meminta semua pihak mendukung kafilah Sumbar untuk tampil maksimal dan bisa mengukir prestasi puncak di tingkat nasional.

Terkait dengan keberangkatan kafilah Sumatera Barat ke Propinsi Banten terbagi pula kepada beberapa tahap. Rombongan pertama berangkat pada tanggal 9 Juni 2008 pukul 10.15 WIB dengan menggunakan pesawat udara menuju Wisma Syahida, Ciputat Jakarta Selatan. Rombongan ini berjumlah 45 orang dengan rincian 38 orang kafilah, 4 orang pendamping dan 3 orang pelatih Propinsi. Kafilah akan melakukan kegiatan TC Pemantapan di Wisma Syahida tersebut.

Rombongan tahap kedua berangkat pada 14 Juni 2008 pukul 10.15 dengan pesawat udara juga menuju Wisma Syahida guna bergabung dengan rombongan pertama untuk bersama-sama menuju Banten. Rombongan ini berjumlah 4 orang yang terdiri dari Asisten Kessos, Kepala kanwil Departemen Agama Propinsi Sumatera Barat, Kepala Biro Sospora dan Kabag APK.

Sedangkan rombongan tahap ketiga berjumlah 15 orang yang terdiri dari petugas dan peninjau. Mereka berangkat menggunakan kendaraan darat pada tanggal 14 Juni 2008 pukul 10.15 WIB. Rombongan ini langsung menuju Hotel Permata, Cilegon Banten untuk bergabung dengan kafilah MTQ Sumbar.

Kafilah yang berada di Wisma Syahida pada hari Minggu tanggal 15 Juni akan berangkat menuju Serang, Banten menggunakan 2 unit bus pada pukul 14.30 WIB. Rombongan ini berjumlah 50 orang yang dipimpin oleh Asisten Kesejahteraan Sosial.

Mengenai persiapan dan pelaksanaan pawai ta’aruf Pemerintah Propinsi Sumatera Barat telah menjajaki kerjasama dengan Ikatan Keluarga Minang Saiyo (IKMS), Propinsi Banten. Melalui Ketua Umumnya, Hj.Yemmelia, SE. M.Si telah menyanggupi untuk membantu persiapan dan pelaksanaan Pawai Ta’aruf Kafilah MTQ Sumatera Barat.

Namun untuk kepastian pastisipasi Ikatan Keluarga Minang Saiyo tersebut, akan dilaksanakan pertemuan resmi antara perwakilan kafilah Sumbar dengan pengurus lengkap IKMS Propinsi Banten. Pawai Ta’aruf ini akan dilaksanakan pada tanggal 16 Juni 2008 pukul 14.00 WIB.

Jadwal Kafilah Sumbar pada MTQ Nasional Ke-22 di Propinsi Banten

NO

TANGGAL

PUKUL

KEGIATAN

1

15 Juni 2008

-

1. Penyambutan Kafilah Sumbar

2. Penanaman Pohon Asli tiap daerah bersama

Presiden

2

16 Juni 2008

09.00 WIB

14.00 WIB

1. Mengikuti Technical Meeting

2. Mengikuti Pawai Ta’aruf

3

17 Juni 2008

09.00 WIB

19.00 WIB

1. Mengikuti Pelantikan Dewan Hakim

2. Mengikuti Acara Pembukaan

4

18 s/d 23 Juni

-

Mengikuti rangkaian perlombaan

5

24 Juni 2008

-

1. Pengumuman Hasil Musabaqah

2. Mengikuti Acara Penutupan

6

25n Juni 2008

Meninggalkan Banten Menuju Padang

Daftar Nama-nama Kafilah Sumatera Barat Pada MTQ Nasional Ke-22

Tahun 2008 di Banten

NO

NAMA

CABANG

KET

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

35

36

37

38

Akmal Nurhakim

Gina. AS

M. Faqihus Syar’i

Putri Aulia Rahmani

Irwan. A

Desril Ike Sumarni

Alfion

Afrisa

Eri Chandra

Maswartati

Lasarikalahu

Ellum Nur Risman

Asfar Hamidi. S

Aldila Sarti

Saleh Kurnia. S

Ulya Fikri

Alwisyah Dalimunthe

Susi Elvasusanti

Efendi Karmila

Meni Veradegita

Jhoni Efendi

Reflita

Fardi Rahman

Fatmawati

Krismantio

Nila Hidayati

Mukimal Afkar

Ahmad Budiman

Lara Harnita

Widya Isra

Rita Gamasari

Fitria Elhusni

Ade Setiawan, SS

Nurreni

Hafid Alhadi, S.Ag

Nela Siska Leni,S.PdI

Abu Hanifah, SS

Etika Vestia, SS

Tilawah Tartil Qur’an

Tilawah Tartil Qur’an

Tilawah Anak-anak

Tilawah Anak-anak

Tilawah Remaja

Tilawah Remaja

Tilawah Dewasa

Tilawah Dewasa

Qira’at Al Qur’an

Qira’at Al Qur’an

Tahfiz 1 Juz& Tilawah

Tahfiz 1 Juz& Tilawah

Tahfiz 5 Juz& Tilawah

Tahfiz 5 Juz& Tilawah

Tahfiz 10 Juz

Tahfiz 10 Juz

Tahfiz 20 Juz

Tahfiz 20 Juz

Tahfiz 30 Juz

Tahfiz 30 Juz

Tafsir Bahasa Arab

Tafsir Bahasa Arab

Tafsir Bahasa Indonesia

Tafsir Bahasa Indonesia

Tafsir Bahasa Inggris

Tafsir Bahasa Inggris

Fahmil Qur’an

Fahmil Qur’an

Fahmil Qur’an

Syarhil Qur’an

Syarhil Qur’an

Syarhil Qur’an

Khat Naskah

Khat Naskah

Khat Hiasan Mushaf

Khat Hiasan Mushaf

Khat Dekorasi

Khat Dekorasi

Putra

Putri

Putra

Putri

Putra

Putri

Putra

Putri

Putra

Putri

Putra

Putri

Putra

Putri

Putra

Putri

Putra

Putri

Putra

Putri

Putra

Putri

Putra

Putri

Putra

Putri

Putra

Putra

Putri

Putri

Putri

Putri

Putra

Putri

Putra

Putri

Putra

Putri

( Fajri, Rifki)

24 Juni 2008 Posted by | Uncategorized | 1 Komentar

PAKTA INTEGRITAS Oleh: Drs. H. Haryadi Z ( Kabag TU Kanwil Dep.Agama Sumbar)

Sejak era reformasi yang lahir sebagai akibat dari krisis multi dimensi, terjadi ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Apapun yang dilakukan pemerintah selalu dipertanyakan dan mendapat sorotan bahkan disangsikan keberhasilan pengelolaannya apalagi pertanggungjawabannya, dan tidak jarang terjadinya pengaduan dan proses hukum.

Krisis kepercayaan terhadap pemerintah ini selalu disorot, terutama dalam proses pengadaan barang dan jasa, karena disinyalir proses pengadaan barang dan jasa pemerintah, sering dianggap sebagai celah untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain, artinya peluang melakukan kesalahan.

Oleh karena itu, melalui Kepres 80 Tahun 2003 dan perbaikan-perbaikannya, telah menegaskan bahwa dalam hal pengadaan barang dan jasa pemerintah, disamping mengikuti segala peraturan dan ketentuan yang berlaku juga mesti memasukkan Pakta Integritas, sebagai komitmen bagi pihak-pihak yang terlibat dalam proses pengadaan barang dan jasa, agar tidak terjadi penyelewengan dan penyalanggunaan.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang Pakta Integritas, maka dibawah ini akan diuraikan hal ihwal seputar substansi Pakta Integritas, untuk dipahami dan dipedomani bagi panitia dan pihak yang melakukan proses pengadaan barang dan jasa, terutama dilingkungan Departemen Agama Sumatera Barat.

  1. Pakta Integritas adalah pernyataan/janji tentang komitmen untuk melakukan segala tugas dan tanggungjawab sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
  2. Pakta Integritas merupakan sistem ekstra yudisial (di luar hukum) namun masih dalam kerangka hukum yang berlaku, baik peraturan pemerintah maupun UU Anti Korupsi.
  3. Pakta Integritas diberlakukan untuk mencegah terjadinya korupsi di jajaran yang meliputi:

a. Korupsi administrasi,

b. Korupsi dalam pengadaan barang dan jasa publik,

c. korupsi dalam pelayanan publik dan lain-lain.

d. Korupsi tidak semuanya dapat dipantau namun dapat dikontrol melalui kombinasi etika perilaku, dan tindakan hukum tegas.

  1. Pakta Integritas adalah kontrol dengan menggunakan azas-azas sebagai berikut:

a. tidak memikirkan diri sendiri,

b. integritas yang tinggi,

c. obyektivitas,

d.akuntabilitas,

e. keterbukaan,

f. kejujuran,

g.kepemimpinan.

  1. Penerapan Pakta Integritas di Instansi Publik untuk:

a. Memastikan bahwa semua kegiatan dan keputusan di institusi publik dilakukan secara transparan.

b. Semua proyek Atau pekerjaaan yang dilaksanakan, jasa yang diberikan atau diterima, serta barang atau material, dipasok ke institusi oleh pemasok tanpa adanya manfaat atau keuntungan finansial tambahan dalam bentuk apapun di luar yang ditetapkan secara hukum.

c. Memastikan bahwa semua kegiatan dan keputusan di intitusi publik dilakukan secara transparan.

d. Keputusan-keputusan yang diambil oleh pejabat tidak mempengaruhi berbagai kepentingan pihak-pihak di luar institusi.

  1. Beberapa elemen dan karakteristik dari Pakta Integritas adalah adanya: a. Proses pengambilan keputusan dibuat secara sederhana dan transparan. b. Pernyataan/Janji dari pejabat dan karyawan yang ditandatangani baik secara individu maupun secara bersama-sama dengan kontraktor/pemasok dalam bentuk Pakta Integritas.

1) Mekanisme pengaduan atas pelanggaran Pakta Integritas.

2) Pihak pemantau independent atas pelaksanaan Pakta Integritas.

3) Mekanisme insentif dan disentif.

4) Mekanisme penyelesaian konflik yang cepat, murah dan efisien.

5) Pelindungan bagi saksi pelapor.

  1. Modul Pakta Integritas: adalah kumpulan aturan pelaksanaan yang rinci meliputi segala aspek yang diperlukan dalam rangka melaksanakan Pakta Integritas secara benar dan efektif.
  2. Negara-negara yang telah melaksanakan Pakta Integritas antara lain: Meksiko, Indonesia, Jerman, Venezuela, India, Inggeris, Brazil, Bosnia, Cheko, Pakistan, Latvia, Hongkong, Malaysia, Korea Selatan, dan Pilipina. (Amr)

23 Juni 2008 Posted by | Uncategorized | 1 Komentar

TEMU KARYA DAN PERKEMAHAN PEMUDA LINTAS AGAMA ( Malin Kundang beraksi & Promotor Pertandingan Olah Raga)

Medan PAB- Kontingen Sumatera Barat meraih prediket juara kedua dari 5 Provinsi ( NAD, Sumut, Sumbar, Jambi, Sumsel) di ajang penampilan bakat pada malam keakraban Temu Karya Pemuda Lintas Agama Se- Sumatera di Asrama Haji Medan, tanggal 18 s/d 22 Agustus 2007. Kontingen Sumbar yang beranggotakan 14 orang yang dipimpin Kasubbag Hukmas dan KUB H. Syamsuir S.Ag, terdiri dari Pemuda perwakilan 5 Agama yang ada di Sumatera Barat, Islam, Kristen, Katolik, Hindhu dan Buddha, menampilkan drama kontemporer Malin Kundang abad 21.

Penampilan cerita malin kundang yang dibumbui dengan nuansa humor dan improvisasi dari peserta asal Sumbar sangat memukau dan memberikan kesan positif terhadap sumatera barat, sehingga dewan juri dari Pusat Kerukunan Umat Beragama Departemen Agama RI menetapkan Provinsi Sumbar meraih prediket Juara 2 setelah NAD dengan penampilan Tari Saman khas Aceh.

Kegiatan yang dibuka oleh Staf Ahli Menteri Agama Bidang Kerukunan Umat Beragama, Prof. Dr. Arief Furqan, mengambil tema “ Melalui Temu Karya Pemuda Lintas Agama Kita Tingkatkan Kebersamaan dan Kerukunan Umat Beragama Menuju Masyarakat Indonesia Yang Religius, Manusiawi, Bersatu, Demokratis, Adil Sejahtera, Maju dan Mandiri.”

Agenda penting kegiatan Temu Karya Pemuda Lintas Agama selama lima hari tersebut adalah, Perjalanan Religi ( Rumah Ibadah antar Umat Beragama di Medan), Pentas Seni ( Lomba antar Daerah), Bakti Sosial( Bantuan kepada Panti Asuhan, Penghijauan yang diselingi dengan diskusi oleh nara sumber Pertama: Dr. Hasan Asari Nasution, MA dengan judul Budaya Sebagai Perekat Kerukunan Umat Beragama, Kedua: Prof.Dr.Nur A. Fadhil Lubis,MA dengan topic Penguatan Nilai-nilai Sosial dalam Kerukunan Umat Beragama.

Kegiatan Temu Karya Pemuda Lintas Agama di Medan merupakan rangkaian kegiatan terakhir di Indonesia untuk lima provinsi dan direncanakan akan dipertemukan pada kegiatan Temu Karya Pemuda Lintas Agama Nasional yang insya Allah akan dilaksanakan di Provinsi Banten Tahun 2008 ini.

Dengan berakhirnya kegiatan Temu Karya Pemuda Lintas Agama di Medan tanggal 22 Agustus 2008, KUB Dep.Agama Sumbar, langsung bertolak ke Makasar mengikuti kegiatan Perkemahan Pemuda Lintas Agama dari tanggall 23 s/d 28 Agustus 2008 di Asrama Haji Makasar dengan membawa kontingen sebanyak 12 orang pemuda dan mahasiswa lintas agama.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala Litbang Dep. Agama RI, Prof.Dr.Atho’ Mudzar, diikuti utusan 33 provinsi dengan materi antara lain: Pluralisme dan Perspektif Agama tentang KUB, Kebijakan Departemen Agama tentang KUB, Potensi pemuda dalam pengembangan KUB, Konflik dan akar permasalahannya dalam perspektif keamanan, Post Traumatuc Syndrome Disorder (PTSD) dan Pendalaman Trauma Healing, Pendidikan Multikultural bagi generasi muda serta Sidang Paripurna, Pentas Seni dan Out Bond.

Kontingen Sumbar lagi-lagi bikin sensasi dan mendapat kesan positif dari semua pihak dengan inisiatif sebagai promotor pelaksana Pertandingan olah raga antar KUB se- Indonesia sebagai ajang silaturrahmi dan hiburan yang digelar Di lapangan Asrama Haji Makasar tersebut. (Syamsuir, Rifki, Metra, Ramesh)

23 Juni 2008 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar

DAKWAH YANG TERORGANISIR MEWUJUDKAN GENERASI QUR’ANI

Pembinaan mental keagamaan generasi muda sudah menjadi keharusan dari zaman ke zaman, dan menjadi tanggung jawab semua pihak, baik pemimpin, masyarakat dan orang tua. Menanamkan nilai-nilai moral keagamaan tidak bisa dengan sekejap dan sesaat saja, tetapi mesti terorganisir dan kontinyu. Sementara hasilnya pun kadang-kadang baru bisa dinikmati 15 tahun yang akan datang, karena ada perbedaan yang signifikan antara membangun mental dan fisik, seperti halnya membangun gedung berlantai 15 dengan mudah dapat dikerjakan dalam beberapa bulan saja, akan tetapi membangun mental bisa mencapai 10 -15 tahun.

Al-Qur’an Surat Annisa’ ayat 9 menegaskan kepada kita agar takutlah bila dikemudian hari kita meninggalkan generasi yang lemah, baik lemah secara fisik, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan keimanannya, karenanya pembinaan generasi mesti dilakukan secara sungguh-sungguh dan terukur.

Oleh karena itu, menanamkan nilai-nilai keagamaan mestinya dilakukan sejak sedini mungkin terhadap anak, berbagai langkah dan strategi mewujudkan anak yang shaleh dapat dilakukan dalam berbagai tahapan, pertama; dimulai ketika sang anak masih dalam janin dengan menunjukkan prilaku islami dari seorang ibu ketika mengandung anaknya begitu pula dengan sang suaminya, karena semua prilaku tersebut dapat mencerminkan terhadap prilaku anak dikemudian hari. Kedua;ketika anak terlahir diatas bumi, maka Rasulullah menganjurkan kepada sang ayah untuk mengazankan ditelinga kanan anak laki-lakinya dan mengiqamatkan pada telinga kirinya, sementara bagi anak perempuan cukup di iqamatkan saja, hal tersebut memiliki makna bahwa suara dan bisikan yang paling pertama didengar anak didunia adalah kalimat tauhid, dan bukanlah rayuan syetan yang lebih dulu membisikkan berbagai muslihatnya.

Langkah ketiga adalah dengan memberikan nama yang bagus kepada anak, Rasulullah bersabda “Faahsinu bi asmaikum” artinya perbaikilah nama anak-anak mu, karena nama merupakan doa orang tua dan nama manusia akan dipanggil hingga akhirat kelak.

Sementara langkah keempat dan sangat penting, adalah menanamkan pendidikan agama kepada anak sejak sedini mungkin, ketika anak telah mengenal mana tangan kanan dan kirinya, maka ajarkan dia shalat kata Rasulullah, bahkan ketika anak telah berusia sekitar 10 tahun, maka tatkala meninggalkan shalat maka pukullah dia, hal ini disebabkan, karena perintah shalat merupakan perintah yang tegas, dan shalat merupakan tiang agama, bagi generasi yang melalaikan shalat berarti dia akan meruntuhkan agamanya sekaligus mendekat mereka kepada berbagai kemungkaran lainnya.

Oleh karena itu tanggung jawab menanamkan perintah shalat kepada generasi muda merupakan tugas kita semua, karena jika tidak dilakukan maka dalam Q.S Maryam 59, dengan tegas Allah mengisyaratkan kepada kita bahwa “khawatirlah kamu jika dikemudian hari, kamu tinggalkan generasi yang melalaikan shalat dan memperturutkan hawa nafsu,sehingga mereka akan menerima kehancuran” .

Terakhir, mari kita semua berperan dengan sungguh-sungguh menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada generasi muda dengan porsi dan tanggung jawab masing-masing, orang tua di rumah selalu memberikan contoh tauladan dan membimbing anak-anaknya, masyarakat sekitar ikut membina dan peduli terhadap akhlak dan amar makruf nahi mungkar, sementara Pemerintah dan Legislatif menegakkan dakwah politiknya dengan melahirkan berbagai kebijakan dan Peraturan yang menunjang terwujudnya negeri yang aman, baldatun thoyyibatun warobbun ghafur.

Ali bin Abi Thalib pernah berkata Al Haqq bila nidzomin yaghlibul bathil bin nidzom”, Jika kebenaran tidak diorganisir secara baik, maka dapat dikalahkan oleh kejahatan yang diorganisir secara baik. jadi jika kita ingin negeri yang baik maka semua pihak mesti bekerjasama dengan meng optimalkan tugas dan fungsi masing-masing mewujudkan masyarakat yang agamis, sehingga dapat dinikmati 20 atau 30 tahun yang datang.

23 Juni 2008 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar

Kakanwil Dep. Agama Sumbar Drs.H. Darwas Lakukan Lawatan Ke Univ.Al-Azhar Mesir

Padang,PAB— Kakanwil Dep. Agama Sumatera Barat Drs.H. Darwas, melakukan kunjungan ke Cairo Mesir, bersama rombongan dari Sumatera Barat lainnya yang dipimpin Gubernur Sumbar H.Gamawan Fauzi, dalam rombongan yang berjumlah delapan orang termasuk Kabiro Sospora Pemprov Sumbar, Drs. Kafrawi Bakhtiar, Rektor IAIN IB Padang Prof.Dr. Sirajuddin Zar M.Ag berangkat dari Bandara International Minangkabau Padang, menuju Jakarta dan diterbangkan dengan Pesawat Emirates, mendarat dengan mulus di Cairo International Airport, pada pukul 17.05 waktu Mesir atau pukul 22.00 WIB Jumat 11/4 yang lalu. Demikian disampaikan Kakanwil Dep. Agama Provinsi Sumatera Barat Drs.H. Darwas memulai menceritakan pengalamannya. Untuk memperkaya laporan ini maka redaksi juga memperoleh informasi tambahan dari berbagai sumber termasuk media yang ada.

Mesir Kota Peradaban

Mesir adalah Negara yang terletak di dua benua. Asia dan Afrika. Tapi 90 persen daratannya berada di Afrika bagian timur laut, negeri fir’aun dan Negara padang pasir ini didiami secara tidak merata. Hampir 99 persen penduduknya yaitu di tepian Sungai Nil. Ini disebabkan karena 96 persen dariluas Mesir adalah padang pasir, gurun sahara yang terkenal itu, jumlah penduduk Mesir saat ini lebih dari 75 juta jiwa dengan luas wilayahnya sekitar 997,739 Km2.

Di Mesir, sejarah peradaban Islam seperti menyapa kita tiap sebentar. Negara ini memang terkenal dengan peradaban kuno dan beberapa monument kuno termegah di dunia. Untuk menyebutkan beberapa contoh, misalnya Piramid Giza, Kuil Karnak dan Lembah Raja serta Kuil Ramses. Dikota Luxor,yang terletak di Selatan, terdapat artefak kuno yang mencakup sekitar 65 % artefak kuno di seluruh dunia. Karena itulah Mesir diakui sebagai negeri peradaban dunia.

Lokakarya

Setelah istirahat sebentar di Hotel Rombongan kami diundang untuk acara makan malam di Kantor Kedubes, wilayah Tahrir Garden City, Jalan Aisyah Taimuryah Cairo. Hadir juga dalam pertemuan tersebut Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin, Irwan Prayitno dan anggota Komisi X DPR RI lainnya serta sejumlah tamu.

Sabtu Pagi pukul 09.00 atau pukul 14.00 WIB telah dibuka Lokakarya Peningkatan Prestasi Mahasiswa Indonesia di Mesir di Gedung Azhar Conference Centre Cairo. Acara yang dihadiri Menteri Agama Maftuh Basyuni,Dirjen Pendidikan Islam dan Dubes Indonesia Abdurrahman Moh. Fakhi8r, Ketua PP Muhammadiyah Prof.Dr.Dien Syamsudin, Ketua PB NU KH. Hasyim Muzadi, Ketua ICMI Marwah Daud Ibrahim, Ketua Komisi X DPR RI, Irwan Prayitno, Pimpinan Ponpes Gontor, DR. Abdullah Syukri Zarkasyi, dan sejumlah pejabat dari Indonesia, termasuk rombongan dari Sumatera Barat. Sementara dari Mesir hadir, Syekh Prof.Dr. Muhammad Sayyid Thanthawi, Grand Syekh Al-Azhar dan Rektor Al-Azhar,Prof.Dr. Ahmad Al-Thayyid. Hadir juga sejumlah Pejabat Kementerian lainnya.

Mahasiwa Indonesia 6000 orang

Dilaksanakannya lokakarya international tersebut, menurut Kakanwil Darwas adalah dalam untuk mencari formula yang jitu dalam rangka memotivasi sekaligus meningkatkan prestasi mahasiswa Indonesia yang berjumlah sekitar 6,000 orang, di Universitas Al- Azhar Mesir tersebut. Al- Azhar merupakan sebuah universitas yang selalu menarik minat pemuda Indonesia untuk belajar di sana.

Karena sejak tahun 1900-an orang Indonesia telah mulai belajar di Al-Azhar, karena Al- Azhar merupakan benteng yang memelihara dan menjaga peradaban Islam sejak dahulu. Hingga sekarang kecenderungan mahasiswa Indonesia menuntut ilmu di Al- Azhar selalu meningkat dan tak terkecuali mahasiswa asal Sumatera Barat.

Orang Minang sejak dulu memang banyak belajar ke Timur Tengah, juga di Mesir. Malah Al- Azhar mencatat nama Umi Rahmah El-Yunusiyyah dari Diniyah Puteri Padang Panjang, sungguh membanggakan serta memperoleh perhatian luas maupun pujian dari berbagai kalangan. Baik dari dalam maupun luar negeri. Tahun 1957 misalnya Senat Guru Besar Universitas Al-Azhar menganugerahkan gelar Syaikhah diberikan kepada Rahmah El-Yunusiyyah sebuah gelar yang belum pernah diberikan keapda siapapun sebelumnya.

Al-Azhar Tertua di Dunia

Al-Azhar adalah salah satu pusat pendidikan tinggi utama di Mesir, dan dikenal di dunia sebagai salah satu Pusat Pendidikan dan Pengetahuan Islam. Perguruan tinggi berhubungan dengan Masjid Al-Azhar di Kairo Mesir.

Menurut literature,Masjid Al- Azhar dibangun oleh Bani Fatimiyyah yang menganut mazhab Syi’ah Ismailiyah, NAma Al- Azhar dipungut dari nama Sayyidah Fatimiyah az-Zahra, putrid Nabi Muhammad SAW. Masjid ini dibangun selama dua tahun sejak peletakan pondasinya pada tahun 969M. Sekolah tempat pendidikan agama, yang terhubung dengan masjid dibangun pada tahun 988M, Proses belajar mengajar pertama kali dimulai pada tahun 975M.Pada saat itu, Ketua Mahkamah Agung Abul Hasan Ali Bin Al—Nu’man mulai mengajar dari buku”Al-Ikhtisar” yang beliau ajarkan topic yurisprudensi syi’ah.

Menurut catatan sejarah, sekolah terus berkembang hingga akhirnya menjadi Universitas. Keberadaannya hingga kini menjadi salah satu universitas tertua di dunia. Dan disanalah putera-puteri Sumatera Barat banyak belajar.

APBD Sumbar Beli Asrama Mahasiswa di Mesir

Salah satu tujuan inti rombongan dari Sumatera Barat adalah memotivasi mahasiswa asal Sumbar yang belajar di Mesir agar belajar dengan semangat dan dapat pulang ke kampong halaman menjadi imam besar dan ulama terkenal seperti yang pernah dimiliki Sumatera Barat tempoe doeloe, seperti Buya Hamka, M. Natsir, Bung Hatta,dll.

Oleh karena itu, sebagai salah satu langkahnya maka Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumatera Barat Tahun 2008, telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 3 Milyar untuk membeli sebuah Asrama untuk Mahasiswa asal Sumbar. Asrama yang terletak di Al-Tagammu ‘Al Awal New Cairo tersebut terpaut 15 Km dari kampus Al- Azhar, Gedung tersebut berlantai 4 plus basemen dengan luas tanah 320 meter, dengan luas bangunan 260 x 4 lantai sebesar 1,040 meter. Kabarnya Asrama ini menjadi Asrama terluas bagi Mahasiswa yang berasal dari Indonesia.

Tujuan utama dibelinya asrama mahasiswa ini, merupakan salah satu usaha untuk mengurangi beban mahasiswa asal Sumatera Barat, sehingga mereka tidak terbebani lagi dengan mencari tempat kos-kosan selama berada di Mesir dengan biaya yang cukup mahal, sehingga diharapkan mahasiswa bisa lebih konsen terhadap perkuliahan dan tentunya dapat diiringi dengan peningkatan kualitas belajar mahasiswa.

Saat ini mahasiswa Al-Azhar asal Sumbar berjumlah sekitar 408 orang. Mereka berprestasi lebih baik dari rata-rata Mahasiswa Indonesia. Kalau tingkat kelulusan mahasiswa Indonesia 35 persen, mahasiswa asal Sumbar mencapai 72 persen. Oleh karena itu tertompang harapan yang besar dari ranah minang, agar ke depan kita bisa mencatat dalam sejarah akan lahirnya tokoh dan gudangnya ulama seperti masa lalu yang berasal dari Sumatera Barat.

Jakarta,9/5 (Pinmas)–Dutabesar Mesir untuk Indonesia Mohamed El Sayed Taha mengatakan, Mesir tetap mengutamakan memberikan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar di Universitas Al-Azhar. “Mahasiswa Indonesia, yang kini sedang belajar di Mesir, khusus di Universitas Al-Azhar, berjumlah sekitar 5.000 dan setiap tahun, Mesir memberi 115 beasiswa bagi mahasiswa baru,” kata Taha dalam jumpa pers di kantornya di Jakarta pada Kamis.

Hubungan RI dengan Mesir serta bantuan Beasiswa

Dalam situs www.depag.go.id, 9/5 yang lalu –Dutabesar Mesir untuk Indonesia Mohamed El Sayed Taha mengatakan, Mesir tetap mengutamakan memberikan beasiswa bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar di Universitas Al-Azhar. “Mahasiswa Indonesia, yang kini sedang belajar di Mesir, khusus di Universitas Al-Azhar, berjumlah sekitar 5.000 dan setiap tahun, Mesir memberi 115 beasiswa bagi mahasiswa baru,” kata Taha dalam jumpa pers di kantornya di Jakarta.

Lebih lanjut, Dutabesar Mesir mengemukakan bahwa dari 115 beasiswa tersebut, 100 beasiswa untuk program strata satu, 10 diberikan kepada mahasiswa pascasarjana di Al-Azhar dan lima lagi untuk pascasarjana di universitan umum, seperti Universitas Kairo dan Universitan Ain Shams.

Partisipasi Perantau Minang di Mesir

Kakanwil Dep.Agama Sumbar Drs.H. Darwas dalam Lawatan ke MesirRombongan Sumatera Barat yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi juga menyempatkan diri bersilaturrahmi dengan perantau minang se-Arab Saudi di Universitas Darul Ulum, Mesir, Di kampus tersebut, sekitar 300 perantau yang tergabung dalam organisasi Keluarga Minang Saiyo Arab Saudi, menyambut rombongan gubernur dengan tarian pasambahan yang dibawakan putra-putri perantau.Dalam pertemuan tersebut turut hadir sejumlah keturunan ulama besar Sumbar, seperti anak cucu Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Syekh Yasin Fadani, Dr Djanan Thayib, Syekh Abdul Karim Fadani dan Khalid Muhammad Al Khatib.

”Rombongan kami disuguhi makan malam dengan menu khas masakan Padang,” ungkap gubernur. Dalam pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan tersebut, gubernur juga menginformasikan rencana pembangunan Masjid Raya Minangkabau yang akan dibangun di sekitar Jalan Khatib Sulaiman, Kota Padang.

“Alhamdulillah, mereka semua menyambut baik dan siap membantu mencarikan bantuan dana. Termasuk dari warga Arab keturunan Minang di Arab Saudi,” kata Gamawan. Ketua Keluarga Minang Saiyo Arab Saudi Maulana Putra, ,saat berpidato mengungkapkan rasa haru dan kerinduannya yang mendalam akan kampung halamannya. Begitu pula dengan Syekh Abdul Karim Fadani dan Khalid Muhammad Al Khatib, yang menyatakan keinginannya untuk datang ke Ranahminang.

Berbagai langkah dilakukan oleh Gubernur bersama rombongan untuk mengumpulkan bantuan dana pembangunan Masjid Raya Minang kabau, baik di Mesir, Arab Saudi, Jeddah,dll,umumnya ditanggapi positif oleh berbagai kalangan, baik tokoh, birakrat, ulama dan perantau minang yang berasal di negeri bersejarah tersebut. Mereka umumnya akan membantu dengan kemampuan yang ada, apalagi Pembangunan Masjid tersebut tidak hanya sebagai tempat ibadah semata, tetapi juga sebagai sarana dan wadah pusat pengkajian dan peradaban Islam, riset dan bahkan pengembangan ekonomi Islam

NSP Pembangunan Masjid Raya

Langkah dan upaya mengumpulkan dana pembangunan Masjid Raya Minangkabau tersebut juga dilakukan di tanah air, dan siapapun dapat membantu, bahkan dengan kecanggihan teknologi sekarang, masyarakat yang memiliki HP bisa menyumbang lewat sentuhan NSP ( Nada Sambung Pribadi ). Secara resmi Kakanwil Dep. Agama Sumbar Drs.Darwas telah mengirimkan surat ke seluruh Kandepag Kab/Kota untuk membantu Pembangunan Masjid Raya Minang Kabau melalui Surat Nomor KW.03.6.2/BA.00/437/2008 tertanggal 30 April 2008.

Adapun cara menyumbang dalam rangka membantu pembangunan Masjid Raya Minang Kabau tersebut dengan cara ketik Ring (spasi) On (spasi) Tone ID kirim ke 1212. Adapun lagu yang jadi ikon NSP tersebut adalah 4200001 ( Malereng Tabing), 4200002 ( Malam Bainai) dan 4200003 Minang Kabau.

Dengan biaya 9,900 rupiah, maka setiap orang sudah ikut berpartisipasi membantu pembangunan Masjid Raya, dan sekecil apapun bantuan atau partisipasi kita, maka Allah akan mencatat sebagai amal yang dapat membantu kita di yaumil akhir nanti, kata Darwas mengakhiri. (Wawancara Redaksi PAB dengan Bapak Kakanwil Depag Sumbar, Drs.H. Darwas)

23 Juni 2008 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar

Majalah Penuntun Amalbhakti Hadir di Dunia Maya

SALAM AMAL BHAKTI

Majalah Penuntun Amal Bhakti hadir di Dunia Maya

Alhamdulillah kita bersyukur kehadirat Allah SWT, berkat usaha dan motivasi berbagai pihak terutama Bapak Kakanwil Dep. Agama Provinsi Sumatera Barat, maka Majalah Penuntun Amal Bakti dapat kembali hadir menemui pembaca yang budiman, malahan pada saat ini majalah juga hadir menemui pembaca lewat dunia maya, internet, sebagai jawaban terhadap kecanggihan ilmu pengetahuan dewasa ini. Kehadiran majalah ini memang sudah ditunggu-tunggu berbagai pihak terutama kalangan pegawai Departemen Agama mulai di Kanwil Provinsi hingga di pelosok daerah terpencil sekalipun, karena kehadiran majalah internal ini merupakan perpanjangan jaringan komunikasi dan informasi bahkan wadah silaturrahmi di jajaran Departemen Agama di Provinsi Sumatera Barat.

Dewan Redaksi bertekad menjadikan majalah Penuntun Amal Bakti, sebagai sarana penyebaran pengetahuan dan informasi keagamaan, informasi kegiatan-kegiatan dan sosialisasi berbagai peraturan keagaman serta sarana aktualisasi jajaran Departemen Agama di Sumatera Barat, oleh karenanya redaksi menyambut baik terhadap masukan, tulisan dan informasi dari berbagai pihak, karena kami menyadari bahwa disana sini masih terdapat kekurangan dan kurangsempurnanya dalam penerbitan majalah ini.

Semoga majalah Penuntun Amal Bakti ini tetap eksis secara berkelanjutan dimasa yang akan datang, dan memberikan manfaat yang besar serta dapat menjadi dambaan berbagai pihak. Tentunya hal itu bisa diwujudkan dengan partisipasi dan dukungan semua pihak terutama di jajaran Departemen Agama di Provinsi Sumatera Barat. Atas segala bantuan dan partisipasi semua pihak kami ucapkan terima kasih dan atas segala kekurangan kami mohon dimaafkan. ( *)

23 Juni 2008 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

23 Juni 2008 Posted by | Uncategorized | 1 Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.